10 Penyakit Tanaman Jagung yang Sering Menyerang dan Cara Mengenalinya

Jagung merupakan salah satu komoditas pertanian penting di Indonesia. Selain digunakan sebagai bahan pangan, jagung juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak dan berbagai kebutuhan industri.

Dalam budidayanya, tanaman jagung menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah serangan penyakit. Penyakit dapat menyerang tanaman sejak fase awal pertumbuhan hingga menjelang panen. Jika tidak dikenali dan dikelola sejak dini, penyakit dapat menghambat pertumbuhan tanaman, mengurangi kualitas tongkol, hingga menurunkan hasil panen.

Karena itu, petani perlu melakukan pengamatan tanaman secara rutin dan mengenali gejala penyakit sejak awal.

Berikut 10 penyakit tanaman jagung yang perlu diketahui oleh petani.

1. Penyakit Bulai

Penyakit bulai merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman jagung. Penyakit ini dapat menyerang tanaman sejak usia muda dan menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu.

Gejala penyakit bulai pada jagung:

  • Muncul garis atau bercak berwarna putih hingga kekuningan pada daun.
  • Daun terlihat pucat.
  • Pada kondisi tertentu dapat terlihat lapisan seperti tepung putih pada permukaan bawah daun.
  • Pertumbuhan tanaman menjadi terhambat.
  • Tanaman dapat tumbuh lebih pendek dibandingkan tanaman sehat.
  • Pada serangan berat, tanaman dapat tidak menghasilkan tongkol secara optimal.

Penyakit bulai perlu diperhatikan sejak fase awal pertumbuhan karena tanaman muda lebih rentan terhadap serangan.

2. Hawar Daun Jagung

Hawar daun merupakan penyakit yang menyerang bagian daun tanaman jagung. Penyakit ini dapat berkembang dan menyebabkan sebagian besar permukaan daun mengalami kerusakan.

Gejala hawar daun:

  • Muncul bercak memanjang pada daun.
  • Bercak awalnya dapat berwarna hijau keabu-abuan.
  • Bercak kemudian berubah menjadi cokelat.
  • Bercak dapat semakin panjang dan melebar.
  • Daun yang terserang berat dapat mengering.

Kerusakan daun dapat mengurangi kemampuan tanaman melakukan fotosintesis. Jika terjadi pada fase penting pembentukan hasil, kondisi tersebut dapat memengaruhi perkembangan tongkol dan biji.

3. Karat Daun

Karat daun merupakan penyakit yang ditandai dengan munculnya bintik atau pustula pada permukaan daun tanaman jagung.

Gejala karat daun:

  • Muncul bintik-bintik kecil pada daun.
  • Bintik dapat berwarna cokelat, jingga, atau kemerahan.
  • Bintik dapat berkembang menjadi pustula.
  • Jumlah pustula dapat bertambah seiring perkembangan penyakit.
  • Daun dapat mengalami kerusakan apabila serangan cukup berat.

Petani sebaiknya melakukan pemeriksaan daun secara rutin, terutama ketika kondisi lingkungan mendukung perkembangan penyakit.

4. Bercak Daun Curvularia

Bercak daun Curvularia merupakan penyakit yang menyebabkan munculnya bercak pada permukaan daun jagung.

Gejala yang dapat dikenali:

  • Muncul bercak berbentuk bulat hingga oval.
  • Bercak berwarna cokelat.
  • Bagian tengah bercak dapat memiliki warna yang lebih terang.
  • Bagian tepi bercak dapat terlihat lebih gelap.
  • Jumlah bercak dapat meningkat apabila penyakit berkembang.

Bercak daun yang semakin luas dapat mengurangi area daun yang sehat dan mengganggu proses fotosintesis tanaman.

5. Busuk Batang Fusarium

Busuk batang Fusarium merupakan penyakit yang menyerang bagian batang tanaman jagung. Kerusakan pada batang dapat menyebabkan tanaman menjadi lemah dan meningkatkan risiko tanaman rebah.

Gejala busuk batang:

  • Batang mengalami perubahan warna.
  • Jaringan bagian dalam batang dapat berubah menjadi kecokelatan.
  • Batang menjadi lebih lemah atau rapuh.
  • Tanaman mudah rebah.
  • Pertumbuhan tanaman terganggu.
  • Pengisian biji dapat menjadi kurang optimal pada serangan berat.

Pemeriksaan batang dapat dilakukan pada tanaman yang menunjukkan gejala lemah, layu, atau mudah rebah.

6. Busuk Pelepah

Busuk pelepah merupakan penyakit yang menyerang bagian pelepah daun tanaman jagung.

Gejalanya antara lain:

  • Muncul bercak pada bagian pelepah.
  • Bercak berwarna cokelat.
  • Bercak dapat berkembang menjadi lebih luas.
  • Jaringan pelepah mengalami kerusakan.
  • Tanaman menjadi kurang sehat apabila serangan berkembang.

Kondisi lahan yang lembap dan pertanaman yang terlalu rapat dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan beberapa penyakit.

7. Busuk Tongkol

Busuk tongkol merupakan penyakit yang menyerang bagian tongkol dan biji jagung. Penyakit ini perlu diperhatikan karena dapat langsung memengaruhi kualitas hasil panen.

Gejala busuk tongkol:

  • Sebagian biji mengalami perubahan warna.
  • Muncul pertumbuhan jamur pada tongkol.
  • Biji dapat berubah menjadi putih, merah muda, kecokelatan, atau warna lain tergantung penyebabnya.
  • Tongkol mengalami pembusukan.
  • Kualitas biji menurun.
  • Tongkol yang terserang berat dapat mengalami kerusakan yang cukup parah.

Pemeriksaan tongkol menjelang panen penting dilakukan untuk mengetahui kondisi tanaman dan kualitas hasil yang akan dipanen.

8. Busuk Akar

Busuk akar menyerang bagian perakaran tanaman jagung. Kerusakan akar dapat mengganggu kemampuan tanaman dalam menyerap air dan unsur hara.

Gejala busuk akar:

  • Pertumbuhan tanaman menjadi lambat.
  • Daun terlihat menguning.
  • Tanaman terlihat lemah.
  • Akar berubah warna menjadi cokelat atau gelap.
  • Akar mengalami pembusukan.
  • Tanaman dapat mudah layu.

Gejala busuk akar terkadang mirip dengan masalah kekurangan nutrisi atau gangguan air. Karena itu, pemeriksaan akar secara langsung diperlukan untuk membantu mengetahui penyebab masalah.

9. Virus Mosaik Jagung

Virus mosaik dapat menyebabkan perubahan warna pada daun tanaman jagung. Penyakit akibat virus juga dapat menghambat pertumbuhan tanaman.

Gejala virus mosaik:

  • Daun memiliki pola belang hijau muda dan hijau tua.
  • Warna daun menjadi tidak merata.
  • Pertumbuhan tanaman terhambat.
  • Tanaman dapat tumbuh lebih pendek.
  • Pertumbuhan tanaman menjadi tidak seragam.
  • Pembentukan tongkol dapat terganggu apabila tanaman terserang sejak awal.

Penyakit virus perlu diperhatikan karena penyebarannya dapat berkaitan dengan keberadaan serangga pembawa virus.

10. Gosong Jagung

Gosong jagung merupakan penyakit yang cukup mudah dikenali karena dapat menyebabkan terbentuknya benjolan atau pembengkakan pada bagian tanaman.

Gejala gosong jagung:

  • Muncul benjolan pada tongkol.
  • Benjolan dapat muncul pada bagian batang atau bunga.
  • Benjolan awalnya berwarna putih atau keabu-abuan.
  • Seiring perkembangan penyakit, bagian tersebut dapat berubah menjadi hitam.
  • Tanaman mengalami perubahan bentuk pada bagian yang terserang.

Penyakit ini perlu diperhatikan terutama pada tanaman yang mulai memasuki fase pembentukan tongkol.

Bagaimana Cara Mengenali Penyakit Tanaman Jagung?

Tidak semua tanaman jagung yang menguning, layu, atau mengalami pertumbuhan terhambat disebabkan oleh penyakit. Kondisi tersebut juga dapat terjadi akibat kekurangan nutrisi, kekeringan, genangan air, kerusakan akar, serangan hama, maupun faktor lingkungan lainnya.

Untuk membantu mengenali penyakit, petani dapat melakukan pemeriksaan pada beberapa bagian tanaman.

1. Periksa Daun

Amati apakah terdapat bercak, garis putih, pustula, perubahan warna, atau pola belang pada daun.

Perhatikan juga apakah gejala hanya muncul pada beberapa daun atau sudah menyebar ke sebagian besar tanaman.

2. Periksa Batang

Perhatikan kondisi batang tanaman. Batang yang mengalami perubahan warna, pembusukan, atau menjadi rapuh dapat menjadi tanda adanya gangguan penyakit.

3. Periksa Akar

Periksa akar pada tanaman yang menunjukkan pertumbuhan tidak normal atau mudah layu.

Akar yang sehat umumnya memiliki kondisi yang baik dan tidak menunjukkan tanda pembusukan. Akar yang berubah warna atau membusuk perlu mendapat perhatian.

4. Periksa Tongkol

Menjelang panen, periksa kondisi tongkol dan biji jagung.

Perhatikan adanya jamur, perubahan warna biji, pembusukan, atau perubahan bentuk pada tongkol.

5. Perhatikan Kondisi Lahan

Kondisi lingkungan sangat berpengaruh terhadap perkembangan penyakit.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Kelembapan tanah.
  • Curah hujan.
  • Drainase lahan.
  • Jarak tanam.
  • Kondisi tanah.
  • Varietas yang digunakan.
  • Riwayat penyakit pada lahan.
  • Kondisi sisa tanaman dari musim sebelumnya.

Cara Mencegah Penyakit pada Tanaman Jagung

Pencegahan merupakan bagian penting dalam menjaga tanaman jagung tetap sehat. Petani sebaiknya tidak hanya melakukan tindakan ketika penyakit sudah menyebar, tetapi juga melakukan langkah pencegahan sejak awal budidaya.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

1. Gunakan Benih yang Sehat

Gunakan benih berkualitas dan berasal dari sumber yang terpercaya. Benih yang sehat menjadi salah satu dasar penting dalam menghasilkan tanaman yang sehat.

2. Pilih Varietas yang Sesuai

Pemilihan varietas perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan budidaya. Jika tersedia, penggunaan varietas yang memiliki ketahanan terhadap penyakit tertentu dapat menjadi bagian dari strategi pengelolaan penyakit.

3. Jaga Kebersihan Lahan

Sisa tanaman yang terinfeksi dapat menjadi sumber penyakit. Karena itu, kebersihan lahan perlu diperhatikan sebelum dan selama proses budidaya.

4. Atur Jarak Tanam

Jarak tanam yang sesuai dapat membantu sirkulasi udara di antara tanaman sehingga kondisi pertanaman tidak terlalu lembap.

5. Kelola Drainase

Pastikan air dapat mengalir dengan baik dan tidak terjadi genangan dalam waktu lama. Kelembapan berlebih dapat meningkatkan risiko berkembangnya beberapa penyakit.

6. Lakukan Pemupukan Secara Berimbang

Tanaman membutuhkan nutrisi yang cukup dan seimbang untuk mendukung pertumbuhan. Pemupukan sebaiknya dilakukan berdasarkan kebutuhan tanaman dan kondisi lahan.

7. Lakukan Pengamatan Secara Rutin

Periksa tanaman secara berkala mulai dari fase awal pertumbuhan hingga menjelang panen.

Semakin cepat gejala ditemukan, semakin cepat pula langkah pengelolaan dapat dilakukan.

8. Kelola Tanaman yang Terinfeksi

Tanaman yang menunjukkan gejala penyakit perlu segera diperiksa dan dikelola agar sumber penyakit tidak berkembang dan menyebar lebih luas.

Pengendalian Penyakit Harus Tepat Sasaran

Setiap penyakit memiliki penyebab dan karakteristik yang berbeda. Karena itu, petani sebaiknya tidak langsung menentukan tindakan hanya berdasarkan satu gejala.

Identifikasi terlebih dahulu bagian tanaman yang mengalami masalah, pola penyebaran penyakit, kondisi lahan, serta perkembangan gejalanya.

Jika menggunakan produk perlindungan tanaman, gunakan produk yang sesuai dengan sasaran dan selalu ikuti petunjuk pada label, termasuk dosis, waktu aplikasi, cara penggunaan, serta ketentuan keselamatan.

Pengendalian penyakit yang tepat bukan hanya bertujuan mengurangi kerusakan tanaman, tetapi juga menjaga tanaman tetap sehat hingga menghasilkan panen yang optimal.

Kenali Penyakitnya, Jaga Potensi Panennya

Penyakit dapat menyerang tanaman jagung pada berbagai fase pertumbuhan. Mulai dari daun, batang, akar, pelepah, hingga tongkol dapat mengalami gangguan apabila kondisi lingkungan mendukung perkembangan penyakit.

Karena itu, pengamatan rutin menjadi salah satu langkah penting dalam budidaya jagung.

Dengan mengenali perubahan pada daun, batang, akar, pelepah, dan tongkol sejak dini, petani dapat mengambil langkah pengelolaan yang lebih tepat.

Jangan menunggu penyakit berkembang luas.

Kenali gejalanya sejak dini, rawat tanaman dengan tepat, dan jaga potensi hasil panen jagung.

Pertanian yang produktif dimulai dari tanaman yang sehat dan pengelolaan budidaya yang tepat.

Tanaman sehat, panen berkualitas, petani sejahtera.

Klik Tombol Dibawah untuk Membagikan Informasi Ini: